Imamuddin's Weblog

Just another WordPress.com weblog

Arsip untuk Agustus, 2011

♥ Kasih Sayang Ibu Tak Terbalaskan ♥ (Renungan)

Posted by imamuddin pada Agustus 28, 2011

Saat kau berumur 1 tahun, dia menyuap…i dan memandikanmu. Sebagai balasannya, kau menangis sepanjang malam.

Saat kau berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan. Sebagai balasannya, kau kabur saat dia memanggilmu.

Saat kau berumur 3 tahun, dia memasakkan semua makananmu dengan kasih sayang. Sebagai balasannya, kau buang piring berisi makanan ke lantai.

Saat kau berumur 4 tahun, dia memberimu pensil berwarna. Sebagai balasannya, kau coret-coret dinding rumah dan meja makan.

Saat kau berumur 5 tahun, dia membelikanmu pakaian-pakaian yang mahal dan indah. Sebagai balasannya, kau memakainya untuk bermain di kubangan lumpur dekat rumah.

Saat kau berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah. Sebagai balasannya, kau berteriak.”NGGAK MAU!!”

Saat kau berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola. Sebagai balasannya, kau lemparkan bola ke jendela tetangga.

Saat kau berumur 8 tahun, dia memberimu es krim. Sebagai balasannya, kau tumpahkan hingga mengotori seluruh bajumu.

Saat kau berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus bahasamu. Sebagai balasannya, kau sering bolos dan sama sekali tidak pernah berlatih.

Saat kau berumur 10 tahun, dia mengantarmu ke mana saja, dari kolam renang hingga pesta ulang tahun. Sebagai balasannya, kau melompat keluar mobil tanpa memberi salam.

Saat kau berumur 11 tahun, dia mengantar kau dan teman-temanmu ke bioskop. Sebagai balasannya, kau minta dia duduk di baris lain.

Saat kau berumur 12 tahun, dia melarangmu untuk melihat acara TV khusus orang dewasa. Sebagai balasannya, kau tunggu sampai dia di keluar rumah.

Saat kau berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut, karena sudah waktunya. Sebagai balasannya, kau katakan dia tidak tahu mode.

Saat kau berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kempingmu selama sebulan liburan. Sebagai balasannya, kau tak pernah meneleponnya.

Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu. Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.

Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya. Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.

Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting. Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.

Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA. Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.

Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama. Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.

Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, “Dari mana saja seharian ini?” Sebagai balasannya, kau jawab,”Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!”

Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan. Sebagai balasannya, kau katakan,”Aku tidak ingin seperti Ibu.”

Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi. Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa ke Bali.

Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu. Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu.

Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan. Sebagai balasannya, kau mengeluh,”Aduuh, bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?”

Saat kau berumur 25 tahun, dia mambantumu membiayai penikahanmu. Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.

Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya, kau katakan padanya,”Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!”

Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat. Sebagai balasannya, kau jawab,”Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu.”

Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu. Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.

Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang menghantam HATI mu bagaikan palu godam.

Subhaanakalloohumma wa bihamdika, asyhadu allaa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh

♥♥ ✿✿Annisa Mutiara Hati ✿✿♥♥

http://www.facebook.com/zaujie.zaujatie

(Ooopzz…! Sudah Full)

♥♥ ✿✿Annisa Mutiara Hati II✿✿♥♥

http://www.facebook.com/profile.php?id=100002554597640

(uda full juga :D )

Comiing Soon “Annisa Mutiara Hati III”
d’tunggu ya ^^,

Join page “Izinkan Aku Menikah Tanpa Pacaran”

http://www.facebook.com/pages/Izinkan-Aku-Menikah-Tanpa-Pacaran/124803064261837

Ditulis dalam Cerita Inspiratif, Cerita Remaja, Perempuan, Renungan | Tinggalkan sebuah Komentar »

Di Balik Air Mata Wanita

Posted by imamuddin pada Agustus 28, 2011

Maukah kau kuberitahu tentang suatu hal?

Yang seringkali tak muncul ke permukaan,
yang hampir tak pernah diungkapkan di forum-forum ilmiah,
yang sering dianggap tak penting sedangkan banyak orang membutuhkannya,
yang mungkin membuat orang berfikir berulang kali untuk membahasnya,
karena merasa tak ingin tinggi hati ataupun merasa tak ingin direndahkan dengan memaknai keberadaannya?

Ia adalah Wanita.

Ketika wanita menangis,
itu bukan berarti dia sedang mengeluarkan senjata terampuhnya,
melainkan justru berarti dia sedang mengeluarkan senjata terakhirnya.

Ketika wanita menangis,
itu bukan berarti dia tidak berusaha menahannya,
melainkan karena pertahanannya sudah tak mampu lagi membendung air matanya.

Ketika wanita menangis,
itu bukan karena dia ingin terlihat lemah,
melainkan karena dia sudah tidak sanggup berpura-pura kuat.

Mengapa wanita menangis?
Karena wanita juga seorang manusia yang memiliki perasaan.

Wanita tidak pernah menuntut banyak kecuali pengertian.
Kadang wanita terlihat manja, banyak maunya,
atau mungkin di mata pria, wanita hanyalah makhluk yang menyusahkan.

Tapi ketahuilah,
wanita masih tetap berdiri tegar meski pria telah menghantamnya dengan banyak rasa sakit yang mendera.
Wanita masih tetap seperti orang yang sama,
ketika pria berusaha pergi dan menghindar lantas datang kembali membawa asa.
Meski wanita terlihat tidak peduli, meski wanita terlihat mengacuhkan,
tapi percayalah jauh dilubuk hatinya, wanita punya sejuta doa untuk pria.

Karena wanita ditakdirkan untuk berpasangan, tidak untuk menjalani kesendirian.

Wanita memang selalu tampak berlebihan dalam mengeksplorasi perasaannya, itulah mengapa anak selalu terlahir dari rahim kaum wanita. Karena Tuhan ciptakan ruang luas di bawah hati wanita untuk tempat bernaungnya hasil-hasil cinta.

Karena ya, lagi-lagi wanita, dimana Tuhan menakdirkan wanita sebagai makluk yang akan selalu terlihat lemah diluar tapi kuat didalamnya.

Subhanallah…!!!

Subhaanakalloohumma wa bihamdika, asyhadu allaa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh

♥♥ ✿✿Annisa Mutiara Hati ✿✿♥♥

http://www.facebook.com/zaujie.zaujatie

(Ooopzz…! Sudah Full)

♥♥ ✿✿Annisa Mutiara Hati II✿✿♥♥

http://www.facebook.com/profile.php?id=100002554597640

(uda full juga :D )

Comiing Soon “Annisa Mutiara Hati III”
d’tunggu ya ^^,

Join page”Dunia Adalah Perhiasan,Sebaik-baik Perhiasan Adalah Wanita Sholehah”

http://www.facebook.com/pages/Dunia-Adalah-PerhiasanSebaik-baik-Perhiasan-Adalah-Wanita-Sholehah/143226049097618

Join page “Izinkan Aku Menikah Tanpa Pacaran”

http://www.facebook.com/pages/Izinkan-Aku-Menikah-Tanpa-Pacaran/124803064261837

Ditulis dalam Cerita Inspiratif, Cerita Remaja, Perempuan, Renungan | Tinggalkan sebuah Komentar »

Bohong Kalau Aku Gak Marah

Posted by imamuddin pada Agustus 21, 2011

Jam 5 rasanya resah
Pingin tidur lagi
Karna pikiranku bulet lagi
Hai, kenapa kau tidak datang?
Hatiku benar-benar kacau
Tapi kupilih membisu
Hai, kenapa kau tidak menjawab?
Aku selalu menunggu
Dan sepatutnya kau yang jawab
Tapi aku rela mengemis-ngemis
Sesungguhnya,
Aku mau berada di hadapanmu sekarang
Berteriak dan berkomat-kamit
Menggebrak-gebrak meja itu
Tapi aku malah memohon tuk kau yang marah
Sesungguhnya,
Aku benci jadi yang kedua terus
Aku benci jadi sampah terus
Aku benci perlakuanmu ke aku
Tapi aku malah memohon tuk kau injak-injak
Apakah agar setidaknya
Aku jadi punya tujuan
Sehingga aku bisa terus berjalan
Mungkin juga dengan begitu
Aku jadi punya nilai di matamu
Sehingga aku bisa terus hidup

Ditulis dalam Puisi | Bertanda: , , , , | 1 Komentar »

Hubungan Istimewa

Posted by imamuddin pada Agustus 21, 2011

Setting : L’Cost, 15 Agustus 2011, waktu berbuka puasa…

“Udah…. Jangan nangis Non, ushh.ushh.ushhh…..” , dia mengelus tanganku di tengah cahaya bulan, ditemani satu lilin di meja. Kami sedang makan malam berdua.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Cerita Inspiratif, Cerita Remaja, Perempuan | Bertanda: , , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Suamiku Kini Telah Tiada dan Penyesalanku yang Terus Ada

Posted by imamuddin pada Agustus 21, 2011

Kisah nyata yang akan membuat setiap orang terharu setelah membacanya ini saya dapatkan dari sebuah notes di facebook bernama @Rina Amalina, semoga dapat menjadi pelajaran bagi kita semua terutama bagi kaum hawa yg sudah berkeluarga. Jangan suka memaki suami , sayangi dan hormati dia  yang telah menjadi imam yang baik bagi keluarga, jangan menyesal ketika dia sudah tiada.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Cerita Inspiratif, Cerita Remaja, Perempuan, Renungan | Bertanda: , , , , , , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Untuk Ayah Tersayang

Posted by imamuddin pada Agustus 21, 2011

Untuk Ayahku Tersayang (Renungan Ramadhan 1432H)

Ayah, bagaimana kabarmu di sana? Bagaimana rasanya di sana? Dingin, sepi, gelap sempit atau apa? Ayah aku rindu pada dirimu. Aku tahu, rasanya tak mungkin jika surat ini bisa sampai pada dirimu atau hingga kau membaca surat ini. Mungkin rasanya aku sudah seperti orang tidak waras, menulis surat untuk orang yang sudah tiada. Tapi untukku, ayah selalu ada, walaupun aku tak bisa melihat sosokmu.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Cerita Inspiratif, Cerita Remaja, Renungan | Bertanda: , , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Aku Menunggumu Karena Allah

Posted by imamuddin pada Agustus 21, 2011

Ini bukan sekedar kata-kata agar kamu jatuh hati padaku, namun ini adalah kejujuranku, Mengapa aku berkata seperti ini? karena aku menyukai orang-orang yang mencintaNya…yang mencintai rosulNya, dan denganmu…kuharap keteguhanmu bisa mengajakku serta untuk semakin mencintaiNya.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Cerita Inspiratif, Cerita Remaja, Perempuan, Renungan | Bertanda: , , , , , , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Apakah Kamu Tahu Tentangku????

Posted by imamuddin pada Agustus 20, 2011

Apakah Kamu tahu tentangku????

Tahukah kamu kalau aku kelihatan begitu kuat dan tegar, adalah karena aku orang yang sangat lemah dan butuh bantuanmu??
Aku hanya berusaha menutupi apa yang terjadi padaku karena aku tidak mau kamu ikut memikirkannya… Aku egois??? Ya memang itu jawabannya… aku egois karena berusaha menutupinya, namun itu karena aku tak ingin menyusahkanmu… walau terkadang aku sangat berharap secara tidak langsung kamu langsung membantuku dan bertanya apa yang aku perlukan agar aku tak merasa sendiri….

Ditulis dalam Cerita Remaja | Bertanda: , , , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Doa Pagi Ini: Aku Mau Dia Jadi Istriku, Tuhan

Posted by imamuddin pada Agustus 20, 2011

“Tuhan, aku tidak pernah meminta sesuatu padaMu, pernah sih tapi belum Kau kabulkan. Jika saat ini permintaanku sebelumnya masih dalam antrian tolong jangan dikabulkan, batalkan semuanya. Anggap aku tidak pernah meminta sebelumnya Tuhan. Hanya satu yang kuminta saat ini Tuhan, jangan biarkan dia menikah dengan cowok itu, jangan dengan cowok manapun kecuali aku. Tolong Tuhan. Dulu Kau tak mengabulkan permintaanku yang ingin punya pacar ketika masih es em pe, es em ma juga. Dulu aku marah, aku kecewa tapi sekarang aku sadar Kau menunggu saat yang tepat. Maka inilah saat yang tepat Tuhan. Aku mau dia jadi pacarku Tuhan, jadi istriku juga. Jangan biarkan ada yang menyentuhnya, aku tidak akan rela. Jangan biarkan ada yang merebutnya, berikan dia hanya untukku Tuhan. Kabulkan pintaku Tuhan karena aku sudah membatalkan pintaku yang lain. Satu ini saja.”

  Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Cerita Inspiratif, Cerita Remaja, Inspirasiku, Perempuan, Renungan | Bertanda: , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Mencintai (dengan) Diam-Diam

Posted by imamuddin pada Agustus 20, 2011

Sampai saat ini aku masih percaya bahwa cinta adalah kata yang indah. Efek kata ini membuat aku senantiasa merasa hangat dan larut dengan segenap eksitasi yang ditimbulkannya. Bahkan, tak jarang aku menganggap cinta adalah yang sejatinya aku butuhkan.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Cerita Inspiratif, Cerita Remaja, Perempuan | Bertanda: , , , , , , , | 2 Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.