” Ibu kenapa ibu menyusun barang-barang kita ke dalam tas?” tanya si sulung berusia 6 tahun pada ibunya.
” Kita besok akan ke rumah nenek di kabupaten, ayah dan ibu ada seminar tiga hari di Jakarta, jadi kalian akan dititip ke rumah nenek”.
Posted by imamuddin pada Oktober 13, 2011
” Ibu kenapa ibu menyusun barang-barang kita ke dalam tas?” tanya si sulung berusia 6 tahun pada ibunya.
” Kita besok akan ke rumah nenek di kabupaten, ayah dan ibu ada seminar tiga hari di Jakarta, jadi kalian akan dititip ke rumah nenek”.
Ditulis dalam Cerita Inspiratif, Cerita Remaja, Renungan | Bertanda: anak, cerita, cerita mengharukan, cerita sedih, cerpen, ibu, kasih, kasih sayang, keluarga, kisah nyata, sayang | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by imamuddin pada Oktober 13, 2011
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarrakatuh
Kuuntai kalimatku dengan goresan pena ini, untukmu, suamiku yang kucintai, semoga engkau lebih berbahagia. Membaca suratmu, wahai suamiku, menjadikan aku ingat masa lalu. Aku merasakan makna kalimat-kalimatmu sebagaimana aku rasakan tatkala engkau sampaikan kalimat-kalimat itu saat kita baru memulai hidup bersama dahulu. Kini, setelah semua berlalu, dan setelah aku hampir terlupa akan kalimat-kalimat itu, engkau goreskan kalimat itu untuk kedua kalinya. Kusampaikan jazakallohu khoiran, Suamiku, atas kebaikanmu, dan atas perhatianmu kepadaku, istrimu. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerita Inspiratif, Cerita Remaja, Perempuan | Bertanda: allah, cerita cinta, cerita islami, cinta, isteri, karena cinta, kehidupan, keluarga, kisah, suami, surat cinta | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by imamuddin pada Oktober 7, 2011
“Nggak mungkin, kan, semuanya sia-sia?”
Aku diam menunduk. Menahan bulir-bulir yang mendesak keluar.
“Ran, ” katanya meraih tanganku erat, ”kita akan menikah, kan?”
Untuk pertama kali dia memanggil namaku.
Ditulis dalam Cerita Inspiratif, Cerita Remaja | Bertanda: cerita cinta, cerita kehidupan, cerita remaja, cinta, hikmah, kehidupan, keluarga, kisah cinta, nikah, penantian, pernikahan | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by imamuddin pada Oktober 1, 2011
Surya malu-malu mulai menampakkan diri, kemilau kuning keemasan tanda akan dimulainya suatu hari yang baru lagi untuk dijalani.
Di awal hari ini, aku melihat rombongan ibu-ibu pulang dari pasar sambil menenteng belanjaan mereka. Tak ketinggalan pula para bapak-bapak pulang dari lari pagi berkalungkan handuk di leher mereka.
Sesekali aku tersenyum menimpali sapaan dari beberapa orang yang aku kenal sepanjang perjalananku ke gedung sekolah tempatku bekerja. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerita Inspiratif, Cerita Remaja, Perempuan, Renungan | Bertanda: anak, cerita, cerita anak, cerpen, guru, hidup, ibu guru, kehidupan, kisah, pendidikan, tentang kehidupan, uang | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by imamuddin pada Oktober 1, 2011
Wahai Ukhty…
… Karena aku mencintaimu, maka aku ingin menjagamu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin terlalu dekat denganmu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin menyakitimu
Karena cintaku padamu….
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerita Inspiratif, Cerita Remaja, Perempuan, Puisi, Renungan | Bertanda: cerita renungan, cinta, kehidupan, ketika cinta, kisah cinta, kisah remaja, puisi, puisi cinta, remaja, renungan | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by imamuddin pada Oktober 1, 2011
Duhai Lelaki Pilihan Allah Untukku….
Entah dengan apa ku harus menggambarkan segala rasaku padamu…
Tak cukup dengan untaian kata,dan barisan kalimat indah…
Ditulis dalam Cerita Inspiratif, Cerita Remaja, Perempuan, Renungan | Bertanda: aku mencintaimu karena allah, cerita, cerita cinta, cerpen, cerpen remaja, cinta, cinta allah, kehidupan, kisah, kisah cinta | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by imamuddin pada September 6, 2011
Aku tergopoh-gopoh berjalan ketika ia menarik tanganku. Dia hanya tersenyum sambil terus berlari tak mempedulikan ceracauanku. Ilalang-ilalang berdaun tajam di kiri dan kanan pematang cukup tinggi sehingga menjulur dan menghalangi kakiku melangkah di tengah kegelapan malam. Tapi ia seolah tak mempedulikan makianku begitu kakiku tersandung ilalang-ilalang liar itu. Ia terus menarik tanganku untuk ikut berlari mengikutinya.
Ditulis dalam Cerita Inspiratif, Cerita Remaja, Perempuan | Bertanda: cerita, cerita cinta, cerpen, doa, imamuddin baja, kehidupan, kisah, kisah cinta | 2 Komentar »
Posted by imamuddin pada Agustus 28, 2011
Saat kau berumur 1 tahun, dia menyuap…i dan memandikanmu. Sebagai balasannya, kau menangis sepanjang malam.
Saat kau berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan. Sebagai balasannya, kau kabur saat dia memanggilmu.
Saat kau berumur 3 tahun, dia memasakkan semua makananmu dengan kasih sayang. Sebagai balasannya, kau buang piring berisi makanan ke lantai.
Saat kau berumur 4 tahun, dia memberimu pensil berwarna. Sebagai balasannya, kau coret-coret dinding rumah dan meja makan.
Saat kau berumur 5 tahun, dia membelikanmu pakaian-pakaian yang mahal dan indah. Sebagai balasannya, kau memakainya untuk bermain di kubangan lumpur dekat rumah.
Saat kau berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah. Sebagai balasannya, kau berteriak.”NGGAK MAU!!”
Saat kau berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola. Sebagai balasannya, kau lemparkan bola ke jendela tetangga.
Saat kau berumur 8 tahun, dia memberimu es krim. Sebagai balasannya, kau tumpahkan hingga mengotori seluruh bajumu.
Saat kau berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus bahasamu. Sebagai balasannya, kau sering bolos dan sama sekali tidak pernah berlatih.
Saat kau berumur 10 tahun, dia mengantarmu ke mana saja, dari kolam renang hingga pesta ulang tahun. Sebagai balasannya, kau melompat keluar mobil tanpa memberi salam.
Saat kau berumur 11 tahun, dia mengantar kau dan teman-temanmu ke bioskop. Sebagai balasannya, kau minta dia duduk di baris lain.
Saat kau berumur 12 tahun, dia melarangmu untuk melihat acara TV khusus orang dewasa. Sebagai balasannya, kau tunggu sampai dia di keluar rumah.
Saat kau berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut, karena sudah waktunya. Sebagai balasannya, kau katakan dia tidak tahu mode.
Saat kau berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kempingmu selama sebulan liburan. Sebagai balasannya, kau tak pernah meneleponnya.
Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu. Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.
Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya. Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.
Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting. Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.
Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA. Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.
Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama. Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.
Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, “Dari mana saja seharian ini?” Sebagai balasannya, kau jawab,”Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!”
Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan. Sebagai balasannya, kau katakan,”Aku tidak ingin seperti Ibu.”
Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi. Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa ke Bali.
Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu. Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu.
Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan. Sebagai balasannya, kau mengeluh,”Aduuh, bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?”
Saat kau berumur 25 tahun, dia mambantumu membiayai penikahanmu. Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.
Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya, kau katakan padanya,”Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!”
Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat. Sebagai balasannya, kau jawab,”Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu.”
Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu. Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.
Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang menghantam HATI mu bagaikan palu godam.
Subhaanakalloohumma wa bihamdika, asyhadu allaa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.
Wassalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
♥♥ ✿✿Annisa Mutiara Hati ✿✿♥♥
http://www.facebook.com/zaujie.zaujatie
(Ooopzz…! Sudah Full)
♥♥ ✿✿Annisa Mutiara Hati II✿✿♥♥
http://www.facebook.com/profile.php?id=100002554597640
(uda full juga
)
Comiing Soon “Annisa Mutiara Hati III”
d’tunggu ya ^^,
Join page “Izinkan Aku Menikah Tanpa Pacaran”
http://www.facebook.com/pages/Izinkan-Aku-Menikah-Tanpa-Pacaran/124803064261837
Ditulis dalam Cerita Inspiratif, Cerita Remaja, Perempuan, Renungan | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by imamuddin pada Agustus 28, 2011
Maukah kau kuberitahu tentang suatu hal?
Yang seringkali tak muncul ke permukaan,
yang hampir tak pernah diungkapkan di forum-forum ilmiah,
yang sering dianggap tak penting sedangkan banyak orang membutuhkannya,
yang mungkin membuat orang berfikir berulang kali untuk membahasnya,
karena merasa tak ingin tinggi hati ataupun merasa tak ingin direndahkan dengan memaknai keberadaannya?
Ia adalah Wanita.
Ketika wanita menangis,
itu bukan berarti dia sedang mengeluarkan senjata terampuhnya,
melainkan justru berarti dia sedang mengeluarkan senjata terakhirnya.
Ketika wanita menangis,
itu bukan berarti dia tidak berusaha menahannya,
melainkan karena pertahanannya sudah tak mampu lagi membendung air matanya.
Ketika wanita menangis,
itu bukan karena dia ingin terlihat lemah,
melainkan karena dia sudah tidak sanggup berpura-pura kuat.
Mengapa wanita menangis?
Karena wanita juga seorang manusia yang memiliki perasaan.
Wanita tidak pernah menuntut banyak kecuali pengertian.
Kadang wanita terlihat manja, banyak maunya,
atau mungkin di mata pria, wanita hanyalah makhluk yang menyusahkan.
Tapi ketahuilah,
wanita masih tetap berdiri tegar meski pria telah menghantamnya dengan banyak rasa sakit yang mendera.
Wanita masih tetap seperti orang yang sama,
ketika pria berusaha pergi dan menghindar lantas datang kembali membawa asa.
Meski wanita terlihat tidak peduli, meski wanita terlihat mengacuhkan,
tapi percayalah jauh dilubuk hatinya, wanita punya sejuta doa untuk pria.
Karena wanita ditakdirkan untuk berpasangan, tidak untuk menjalani kesendirian.
Wanita memang selalu tampak berlebihan dalam mengeksplorasi perasaannya, itulah mengapa anak selalu terlahir dari rahim kaum wanita. Karena Tuhan ciptakan ruang luas di bawah hati wanita untuk tempat bernaungnya hasil-hasil cinta.
Karena ya, lagi-lagi wanita, dimana Tuhan menakdirkan wanita sebagai makluk yang akan selalu terlihat lemah diluar tapi kuat didalamnya.
Subhanallah…!!!
Subhaanakalloohumma wa bihamdika, asyhadu allaa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.
Wassalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
♥♥ ✿✿Annisa Mutiara Hati ✿✿♥♥
http://www.facebook.com/zaujie.zaujatie
(Ooopzz…! Sudah Full)
♥♥ ✿✿Annisa Mutiara Hati II✿✿♥♥
http://www.facebook.com/profile.php?id=100002554597640
(uda full juga
)
Comiing Soon “Annisa Mutiara Hati III”
d’tunggu ya ^^,
Join page”Dunia Adalah Perhiasan,Sebaik-baik Perhiasan Adalah Wanita Sholehah”
http://www.facebook.com/pages/Dunia-Adalah-PerhiasanSebaik-baik-Perhiasan-Adalah-Wanita-Sholehah/143226049097618
Join page “Izinkan Aku Menikah Tanpa Pacaran”
http://www.facebook.com/pages/Izinkan-Aku-Menikah-Tanpa-Pacaran/124803064261837
Ditulis dalam Cerita Inspiratif, Cerita Remaja, Perempuan, Renungan | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by imamuddin pada Agustus 21, 2011
Setting : L’Cost, 15 Agustus 2011, waktu berbuka puasa…
“Udah…. Jangan nangis Non, ushh.ushh.ushhh…..” , dia mengelus tanganku di tengah cahaya bulan, ditemani satu lilin di meja. Kami sedang makan malam berdua.
Ditulis dalam Cerita Inspiratif, Cerita Remaja, Perempuan | Bertanda: cerita cinta, cerita remaja, cerpen, cinta, keluarga, kisah remaja, remaja, romansa | Tinggalkan sebuah Komentar »