Arsip untuk ‘Cerita Remaja’ Kategori
Posted by imamuddin pada Oktober 13, 2011
Hari ini ulang tahunmu. Setengah hari telah berlalu. Hampir senja, dan aku bahkan belum menemukan kado untukmu. Aku bingung, harus memberikan apa.
Kau ingat waktu dulu? Di setiap senja, kita selalu memanjat atap rumahku. Menatap mentari kembali ke peraduan. Kau tahu, aku tergila-gila pada senja. Aku sering mengajakmu berkeliling Jogja, hanya untuk mendapatkan view senja terbaik. Dan herannya kau selalu saja menemaniku. Buatku, hanya kau yang mengerti kegilaanku pada senja. Aku sudah berkeliling banyak kota dan negara hanya untuk menikmati senja terbaik, mengabadikan senja dalam kamera poket yang selalu kubawa ke manapun aku pergi, sesekali mengirimkannya padamu. Mungkin hanya kau yang mengerti kegilaanku pada senja, hingga saat ke manapun kau pergi, kau sudah tau oleh-oleh apa yang akan kuminta, dan sepulangnya kau dari perjalananmu, aku akan mendapatkan selembar foto ukuran postcard, dengan foto senja yang kau abadikan lewat DSLR kesayanganmu.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerita Remaja | Bertanda: cerita, cerita remaja, cerita sedih, cerpen, cinta, kisah, kisah remaja, remaja, senja, ulang tahun | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by imamuddin pada Oktober 13, 2011
081802404086. Ada tanggal lahirku di nomormu. Sejak itu, aku percaya bahwa kamu takdirku. Hei, di antara berjuta nomor di negeri ini, aku berkenalan dengan seseorang dengan tanggal lahirku pada nomor ponselnya. Wajar kan jika kemudian aku menganggapmu takdirku? Skenario Tuhan bermain sempurna dalam pertemuan kita.
Itu lima tahun lalu, dan lima tahun indah itu sudah usai, usang, tak ingin kuulang..
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerita Remaja | Bertanda: cerita cinta, cerita mengharukan, cerita remaja, cerita sedih, cerpen, imamuddin baja, kisah, kisah cinta, perpisahan, pertemuan | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by imamuddin pada Oktober 13, 2011
Aku tak pernah tahu arti mimpi. Sebagian bilang, itu hanya bunga tidur. Sebagian lagi mengatakan, itu refleksi alam bawah sadar. Ada juga yang menyatakan mimpi adalah obsesi, firasat, pertanda, dan masih banyak definisi lain. Aku memilih meyakini yang terakhir. Mimpi adalah pertanda. Setidaknya, jika itu tentangmu. Jika aku bermimpi tentangmu. Subjektif memang.
***
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerita Remaja | Bertanda: cerita, cerita remaja, cerpen, cerpen remaja, impian, kerinduan, kisah remaja, mimpi, rindu, tentang mimpi, tidur | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by imamuddin pada Oktober 13, 2011
“Boleh cium pipi?”
Karin, wanita dihadapanku, hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Aku sudah menduga.
“Boleh peluk? Mungkin saja
ini pertemuan kita yang terakhir..”
Dia masi tersenyum, kali ini makin lebar. Aku mulai salah tingkah.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerita Remaja | Bertanda: cerita, cerita cinta, cerita remaja, cerpen, cinta, kisah cinta, kisah remaja, peluk | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by imamuddin pada Oktober 13, 2011
Kita bertemu lagi. Sudah empat tahun sejak pertemuan kita yang terakhir. Kita bertemu di tempat yang sama, tempat dahulu kita memiliki ritual sakral setiap minggu. Dua orang yang bukan siapa-siapa, berdua, menikmati secangkir kopi panas, dan mendengarkan ceritamu. Kau masi mempesona seperti dulu. Empat tahun berpisah, kau tampak semakin matang sekarang.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerita Remaja | Bertanda: cerita, cerita remaja, cerpen, cerpen remaja, kehidupan, kisah, kisah remaja, masa remaja, pertemuan | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by imamuddin pada Oktober 13, 2011
” Ibu kenapa ibu menyusun barang-barang kita ke dalam tas?” tanya si sulung berusia 6 tahun pada ibunya.
” Kita besok akan ke rumah nenek di kabupaten, ayah dan ibu ada seminar tiga hari di Jakarta, jadi kalian akan dititip ke rumah nenek”.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerita Inspiratif, Cerita Remaja, Renungan | Bertanda: anak, cerita, cerita mengharukan, cerita sedih, cerpen, ibu, kasih, kasih sayang, keluarga, kisah nyata, sayang | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by imamuddin pada Oktober 13, 2011
Friday, April 08, 2011
Dari tadi mataku serius menatap layar Blackberry ku, padahal yang ku buka hanyalah situs jejaring social yang beberapa bulan terakhir ini rajin kujamah, yang membuatku bertemu dengannya lagi. Setelah sekian lama dia menghilang dari hidupku, sebenarnya tidak begitu jelas, aku atau dia yang “pergi” tapi kami memang saling meninggalkan. Saling menjauh dan hidup dalam lingkungan yang baru.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerita Remaja | Bertanda: alamat palsu, cerita cinta, cerpen, cinta, impian, kisah cinta, mimpi, nikah, perempuan, salah alamat, wanita | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by imamuddin pada Oktober 13, 2011
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarrakatuh
Kuuntai kalimatku dengan goresan pena ini, untukmu, suamiku yang kucintai, semoga engkau lebih berbahagia. Membaca suratmu, wahai suamiku, menjadikan aku ingat masa lalu. Aku merasakan makna kalimat-kalimatmu sebagaimana aku rasakan tatkala engkau sampaikan kalimat-kalimat itu saat kita baru memulai hidup bersama dahulu. Kini, setelah semua berlalu, dan setelah aku hampir terlupa akan kalimat-kalimat itu, engkau goreskan kalimat itu untuk kedua kalinya. Kusampaikan jazakallohu khoiran, Suamiku, atas kebaikanmu, dan atas perhatianmu kepadaku, istrimu. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerita Inspiratif, Cerita Remaja, Perempuan | Bertanda: allah, cerita cinta, cerita islami, cinta, isteri, karena cinta, kehidupan, keluarga, kisah, suami, surat cinta | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by imamuddin pada Oktober 7, 2011
“Nggak mungkin, kan, semuanya sia-sia?”
Aku diam menunduk. Menahan bulir-bulir yang mendesak keluar.
“Ran, ” katanya meraih tanganku erat, ”kita akan menikah, kan?”
Untuk pertama kali dia memanggil namaku.
*** Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerita Inspiratif, Cerita Remaja | Bertanda: cerita cinta, cerita kehidupan, cerita remaja, cinta, hikmah, kehidupan, keluarga, kisah cinta, nikah, penantian, pernikahan | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by imamuddin pada Oktober 1, 2011
Surya malu-malu mulai menampakkan diri, kemilau kuning keemasan tanda akan dimulainya suatu hari yang baru lagi untuk dijalani.
Di awal hari ini, aku melihat rombongan ibu-ibu pulang dari pasar sambil menenteng belanjaan mereka. Tak ketinggalan pula para bapak-bapak pulang dari lari pagi berkalungkan handuk di leher mereka.
Sesekali aku tersenyum menimpali sapaan dari beberapa orang yang aku kenal sepanjang perjalananku ke gedung sekolah tempatku bekerja. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerita Inspiratif, Cerita Remaja, Perempuan, Renungan | Bertanda: anak, cerita, cerita anak, cerpen, guru, hidup, ibu guru, kehidupan, kisah, pendidikan, tentang kehidupan, uang | Tinggalkan sebuah Komentar »