Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘imamuddin baja’
Posted by imamuddin pada Februari 18, 2012
Hampa..
Kala diri ini sendiri, terdiam, terpaku, tak bergeming
Dimana rasa yg dulu manis bagai madu yg meleleh
Akankah terulang senyum yg mengembang disudut bibir setiap waktu
Hampa..
Kala hati ini diliputi sedih, kecewa, amarah
Kadang lelah ku menjalaninya, tapi selalu tergoda akan bahagia sesaat yg kurasa
Terbayang sesuatu yg menyakitkan, hingga hati hancur bagai serpihan gelas yg pecah
Hampa..
Kala semu menyelimuti keindahan, kebahagiaan yg ada
Sesaat berpikir, lalu memutuskan tp akhirnya mengingkari
Satu detik kebahagiaan, terbalas dg satu hari kesedihan
Rindu menggebu tp hanya ada hampa..
Cinta menggelora tp ditemani hampa..
Kasih menyeruak tp disambut hampa..
Sudahlah ku yakin dalam kehampaan masih ada sedikit kebahagiaan tersisa..
Ditulis dalam Puisi | Bertanda: hampa, imamuddin baja, puisi, puisi cinta, romantis, sedih | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by imamuddin pada Februari 18, 2012
Aku berjalan, terus…
Mencari hatimu
Saat menggenggam jemariku
Cermin di matamu tak ada aku
Hatimu mengembara bukan padaku
Kini,
Haruskah aku arungi mimpi itu sendiri
Terus sendiri
Entah kapan tanganmu menyentuh
Lembut dan penuh kasih
Entah kapan matamu hanya menatapku
Tanpa angan bermain di lain hati
Entah kapan senyummu hadir
Benar untukku dan hanya untukku
Entah kapan kalimat jalin cinta kita terucap
Entah kapan cinta ini menemukan jalannya
Entah..
Aku tak ingin merasakan cinta bertepuk sendiri
Ditulis dalam Puisi | Bertanda: cinta, imamuddin baja, kerinduan, puisi cinta, rindu | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by imamuddin pada Februari 18, 2012
Dulu..
senyummu hanya padaku…
ceriamu hanya untukku..
sedihmu hanya aku yang tau…
Sekarang…
semua tampak beda
semua tak sama
apa yang membuatmu lupa??
***
kini..
meski aku memanggilmu…
lewat tangis hati…
lewat jeritan rindu
tak kan mampu kau dengar
namun aku mencoba..
menggapai bayangmu
yang semu bagiku
Mengapa??…
#####
Kutelusuri dalam diam…
Kucari dalam pekat….
Nyatanya…
Ada seulas senyuman lembut disana…
yang membuatmu melangkah dan terus melangkah..
ada aku disini menanti..
Ditulis dalam Puisi | Bertanda: cinta, imamuddin, imamuddin baja, puisi, puisi cinta | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by imamuddin pada Februari 18, 2012
aku tak tahu….
seberapa seringnya aku mengatakan “aku sayang kamu”
seberapa seringnya aku merindukanmu….
seberapa seringnya aku memimpikanmu….
yah,mungkin aku yang terlalu cepat merasakannya….
aku terlalu cepat jika menyebut ini cinta….
hanya satu yang ku inginkan….
biarkan aku tetap dengan perasaan ini…
biarkan aku tetap menyebut ini cinta….
jika kamu tak merasakannnya…
biarkan aku tetap seperti ini…
mencintamu dengan ketulusan hati….
mecintamu dengan segala kekurangan dan kelebihanmu….
menyayangmu dengan setulusnya…
jangan,jangan pernah ragukan hati ini…
jika suatu saat nanti kamu mengerti….
datang padaku….
aku akan tetap menunggumu…
hingga akhir waktuku….
Ditulis dalam Puisi | Bertanda: cinta, imamuddin, imamuddin baja, kerinduan, ketulusan, puisi, puisi cinta, rindu | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by imamuddin pada Oktober 13, 2011
081802404086. Ada tanggal lahirku di nomormu. Sejak itu, aku percaya bahwa kamu takdirku. Hei, di antara berjuta nomor di negeri ini, aku berkenalan dengan seseorang dengan tanggal lahirku pada nomor ponselnya. Wajar kan jika kemudian aku menganggapmu takdirku? Skenario Tuhan bermain sempurna dalam pertemuan kita.
Itu lima tahun lalu, dan lima tahun indah itu sudah usai, usang, tak ingin kuulang..
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerita Remaja | Bertanda: cerita cinta, cerita mengharukan, cerita remaja, cerita sedih, cerpen, imamuddin baja, kisah, kisah cinta, perpisahan, pertemuan | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by imamuddin pada Oktober 1, 2011
Terimakasih untuk pesan yg sama sekali tak kubayangkan
akan kedatangannya …
terimakasih untuk jari mu yg senantiasa mengetiknya …
walaupun kita sudah tak bisa saling merekat …
tapi kita pernah terikat …
percaya …
pesanmu membuatku bernyanyi sambil senyum-senyum dan menangis sebelum membalasanya karena aku masih tak menyangka,
kau sediakan waktu untuk mengetik pesan …
Sumber
Ditulis dalam Cerita Remaja | Bertanda: cerita, cerita cinta, cinta, imamuddin baja, kisah cinta, pesan, sms | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by imamuddin pada September 30, 2011
‘Hai apa kabar?’
ingin rasanya ku kirimkan pesan seperti itu kepadamu. ingin kutanyakan hari harimu selama ini. aku rindu celotehmu tentang kerasnya dunia dan kegelisahanmu akan hidup yang tak jelas. ah mungkin itu dulu kan sahabat?
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerita Remaja | Bertanda: baja, cerita, cerita remaja, cerpen, imamuddin baja, kisah, masa depan, sahabat | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by imamuddin pada September 28, 2011
Ia ibarat kaca yang berdebu
Jangan terlalu keras membersihkannya
Nanti ia mudah retak dan pecah
Ia ibarat kaca yang berdebu
Jangan terlalu lembut membersihkannya
Nanti ia mudah keruh dan ternoda
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Lirik Lagu | Bertanda: download ku pinang kau dengan bismillah, download lagu kaca yang berdebu, imamuddin baj, imamuddin baja, kaca, kaca yang berdebu, lagu, lirik lagu, lirik lagu kaca yang berdebu, Maidany, music, musik | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by imamuddin pada September 6, 2011
Aku tergopoh-gopoh berjalan ketika ia menarik tanganku. Dia hanya tersenyum sambil terus berlari tak mempedulikan ceracauanku. Ilalang-ilalang berdaun tajam di kiri dan kanan pematang cukup tinggi sehingga menjulur dan menghalangi kakiku melangkah di tengah kegelapan malam. Tapi ia seolah tak mempedulikan makianku begitu kakiku tersandung ilalang-ilalang liar itu. Ia terus menarik tanganku untuk ikut berlari mengikutinya.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerita Inspiratif, Cerita Remaja, Perempuan | Bertanda: cerita, cerita cinta, cerpen, doa, imamuddin baja, kehidupan, kisah, kisah cinta | 2 Komentar »
Posted by imamuddin pada Agustus 20, 2011
“Tuhan, aku tidak pernah meminta sesuatu padaMu, pernah sih tapi belum Kau kabulkan. Jika saat ini permintaanku sebelumnya masih dalam antrian tolong jangan dikabulkan, batalkan semuanya. Anggap aku tidak pernah meminta sebelumnya Tuhan. Hanya satu yang kuminta saat ini Tuhan, jangan biarkan dia menikah dengan cowok itu, jangan dengan cowok manapun kecuali aku. Tolong Tuhan. Dulu Kau tak mengabulkan permintaanku yang ingin punya pacar ketika masih es em pe, es em ma juga. Dulu aku marah, aku kecewa tapi sekarang aku sadar Kau menunggu saat yang tepat. Maka inilah saat yang tepat Tuhan. Aku mau dia jadi pacarku Tuhan, jadi istriku juga. Jangan biarkan ada yang menyentuhnya, aku tidak akan rela. Jangan biarkan ada yang merebutnya, berikan dia hanya untukku Tuhan. Kabulkan pintaku Tuhan karena aku sudah membatalkan pintaku yang lain. Satu ini saja.”
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerita Inspiratif, Cerita Remaja, Inspirasiku, Perempuan, Renungan | Bertanda: allah, cerita cinta, cerita inspiratif, doa kalbu, doa qalbu, doa qolbu, doa tulus, fika ari stiyaningrum, imamuddin baja, kesetiaan, kisah cinta, tentang cinta, tuhan | Tinggalkan sebuah Komentar »